Minggu, 09 Oktober 2011

Elegi Silahturahim Matematika

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
Elegi Silahturahim Matematika
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

ONTOLOGI:
Matematika memiliki berbagai definisi, karena matematika memiliki sifat yang banyak seperti aksiomatik, empiris, sentitik a priori, juga tergantung dari apa pendekatannya bisa dengan logika, kontruktivis, bisa juga dengan investigasi. Bahkan terkadang matematika juga disebut sebagai mitos dan mengada-ada.
EPISTEMOLOGI:
Mempelajari matematika haruslah adanya kesesuaian antara metode pendekatan dan materi yang diberikan. Terkadang juga mengkongkritkan sesuatu yang abtrak membuat matematika menjadi lebih mudah dipahami.
AKSIOLOGI:
Penyampaian yang baik dan mudah diterima akan berdampak pada penguasaan matematika yang baik pula sehingga matematika yang kita kenalkan pada anak akan lebih menjiwai.

Sabtu, 08 Oktober 2011

ELEGI PENGEMBARAAN ORANG TUA BERAMBUT PUTIH

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI PENGEMBARAAN ORANG TUA BERAMBUT PUTIH
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

ONTOLOGI:
Sebenar-benarnya diriku adalah mengerti dan tidak mengerti, itulah kontradiktif dalam hidup, Elegi ini menunjukkan pada kita bahwa setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang diri mereka dan diri orang lain yang mereka lihat. Dan itu tidaklah salah karena kita memiliki hak yang sama untuk mempersepsikan segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita.
EPISTEMOLOGI:
Kita adalah saksi bagi diri kita oleh karenanya agar kesaksian kita menjadi sesuatu yang indah maknailah diri dengan sebaik-baiknya dengan tidak harus mengikuti cara pandang filsuf-filsuf diatas tetapi didasari dengan keyakinan kita, memikiran mereka hanyalah untuk kita mengambil hikmahnya atau pelajaran.
AKSIOLOGI:
Dengan memaknai diri dengan baik, maka kita akan mudah untuk menentukan jalan mana yang akan kita jalani. Mau seperti apa, dan menjadi siapa.

Elegi Memahami Elegi

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAS UNTUK ELEGI MEMAHAMI ELEGI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

ONTOLOGI:
Elegi adalah salah satu cara berfilsafat yang meliputi semua tingkat komunikasi, yang akan menjembatani kita dalam belajar filsafat. Adapun bahasa yang digunakan adalah konstatif,illokusi bahasa yang memberikan kesempatan pada pembaca untuk berpikir dan mengutarakan pendapat.
EPISTEMOLOGI:
Untuk mempelajari filsafat maka kita harus banyak membaca salah satunya dengan elegy dan buku lain yang relevan, sehingga dari kita mengetahui tentang adab berfilsafat diantara terbuka, jujur, ikhlas, berfikir kritis dan adab lainnya.
AKSIOLOGI:
Dengan membaca elegi sehingga diharapkan dapat mempelajari filsafat dari elegy ini sehingga kita diharapkan mampu merefleksikan diri kita sesuai ruang dan waktu, menemukan tesis dan anti tesis terhadap masalah yang ada.

Senin, 03 Oktober 2011

ELEGI PEMBERONTAKAN MATEMATIKA PENDIDIKAN MATEMATIKA 6: APAKAH MATEMATIKA ITU ILMU?

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
KOMENTAR ATAS ELEGI PEMBERONTAKAN MATEMATIKA PENDIDIKAN MATEMATIKA 6: APAKAH MATEMATIKA ITU ILMU?

ONTOLOGI:
Menurut Kant matematika akan menjadi ilmu jika dibangun diatas intuisi dan didalam intuisi ruang dan waktu sehingga matematika tersebut bersifat SINTETIS A PRIORI. Konsep matematika secara analitik tetap diperlukan untuk mengembangkan kemampuan dalam penalaran matematika tetapi harus didasari dengan intuisi ruang dan intuisi waktu sehingga tidak hanya berupa pengetahuan tetapi mampu digunakan dalam kehidupan.

EPISTEMOLOGI:
Dengan proses sintesis maka pure logic dapat dikembangkan dengan intuisi sehingga matematika tidak hanya bersifat analitik tetapi mampu diimplemntasikan dalam kehidupan

AKSIOLOGI;
Mengembangkan Matematika yang tidak hanya bersifat analitis dan dibangun berdasarkan intuisi akan membuat matematika itu lebih bermakna.

Minggu, 02 Oktober 2011

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan

Komentar atas Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan
ONTOLOGI:
Sesuatu yang merusak ternyata tidak hanya berupa senjata yang canggih yang mampu merusak apa yang terlihat, sesuatu yang terlihat buruk tidak selalu merusak bahkan yang terlihat indah, menguntungkan, bermanfaat bagi manusia pun dapat merusak bangsa ini sedemikian parahnya. Negeri selatan yang indah, menggambarkan Negeri yang tercinta, memiliki banyak karunia tetapi tidak dapat dikelola dengan baik karena campur tangan pihak yang berkuasa yang memiliki banyak model strategi yang jahat yang menguasai berbagai lapisan masyarakat.

Epistemologi:
Cara yang dapat kita gunakan menurut saya membaiki sistem pendidikan,pendidikan yang berkarakter sehingga menghasilkan generasi yang tangguh, beriman, bertakwa dan berintelektual tinggi serta berkarakter.

Aksiologi:
Pendidikan yang berkarakter akan melahirkan generasi muda yang berkompeten dibidangnya tetapi berhati mulia. Sehingga keilmuannya tidak hanya untuk memperkaya diri mereka sendiri tetapi juga untuk menolong sesama.
October 2, 2011 10:24 AM

Komentar atas Elegi Pemberontakan Matematika 1: Intuisi Dalam Matematika

Komentar atas Elegi Pemberontakan Matematika 1: Intuisi Dalam Matematika
ONTOLOGI:
Intuisi itu diperlukan untuk mempelajari hal yang baru, mempelajari struktur dan lainnya. Dengan kata lain intuisi matematika dibangun berdasarkan pengalaman yang dirasakan dan dipengaruhi oleh budaya yang diwariskan disinilah peran pendidik dibutuhkan bahkan peran lingkungan untuk mempertajam intuisi.

EPISTEMOLOGI:
setiap manusia memiliki instuisi. ketajaman instuisi diperoleh dengan memperluas wawasan berpikir, mempelajari matematika secara luas dan mendalam dengan metode yang benar akan mempertajam intuisi yang kita miliki.

AKSIOLOGI:
Dengan adanya kemampuan intuisi akan memudahkan kita untuk membuat kesimpulan dari setiap masalah yang kita hadapi.
October 2, 2011 2:36 AM

Elegi Menggapai Matematika yang Tidak Tunggal

Komentas Atas Elegi Menggapi Matematika yang Tidak Tunggal

Dari Elegi diatas hakekatnya matematika ada 2 pendapat yaitu:
Plato dengan absolutism(absolut, ideal, abstrak, dan bersifat tetap) dan Aristoteles dengan empiricism(kongret, relatif), tetapi jika kedua pendapat itu oleh Hilbert disatukan menjadi Matematika Bersifat Tunggal, tetapi menurut Gobel jika Matematika Bersifat tunggal menjadikan matematika itu tidak lengkap.
lengkap --> terbuka --> tidak konsisten
konsisten --> tidak tunggal.

Matematika yang Absolut tidak memberikan peluang bagi kita untuk memikirkan kemungkinan yang lainnya dan hanya bersifat tunggal saja sepertinya menunjukkan bahwa matematika itu hanya milik sekelompok manusia saja. menurut saya inilah yang membuat kesenjangan dalam pengajaran matematika.
Pendapat dari Aristoteles memberikan ruang pada kita sebagai pendidik untuk dapat membangun pengetahuan siswa dari pengalaman mereka, lebih bersahabat dengan mengkongritkan matematika dan pendidikan itu akan mengena ke hati dan pikiran siswa.

Semoga suatu saat nanti akan ada perantara yang akan menyatukan pembuat kebijakan pendidikan dengan pelaku pendidikan( guru, siswa dan yang berkaitan) sehingga pendidikan matematika akan lebih maju.

Tetapi pak .. jika ujian nasional itu dihilangkan bagaimana kita dapat mengetahui perkembangan pendidikan kita, walaupun diakui ujian nasional sekarang pun tidak bisa diacuan untuk perkembangan pendidikan karena masih adanya kecurangan, mungkin bapak bisa memberikan solusi untuk itu.
October 2, 2011 1:34 AM