Minggu, 06 November 2011

ELEGI PERBINCANGAN PARA TEPAT

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI PERBINCANGAN PARA TEPAT
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
Selama dalam pikiran manusia dan dalam pengertian manusia maka tepat itu adalah relative tergantung ruang dan waktu. Tepat dalam melakukan sesuatu memiliki arti sopan terhadap ruang dan waktu, begitupula sebaliknya sopan terhadap ruang dan waktu akan membuat kita tepat dalam melakukan sesuatu. Tepat dalam memilih saat melakukan sesuatu baik itu pilihan metode, subyek, obyek, sifat dan lain akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.
Tepat yang obsolut hanyalah milik Allah SWT, kita hanya berusaha dan berdoa menjadi lebih tepat terhadap waktu dan tepat terhadap yang lainnya

ELEGI KONFENSI PARA KELIRU

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI KONFENSI PARA KELIRU
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Sama seperti kebenaran maka keliru juga bersifat relative atau subyektif. Manusia tidak bisa terlepas dari kekeliruan karena adanya keliru maka kebenaran dihargai. Dari elegy ini saya menjadi sadar bahwa keliru banyak macamnya karena keterbatasan manusia terkadang kita hanya mampu mengingat sebagian kecil dari kekeliruan yang kita lakukan. Kekeliruan adalah sifat manusia yang memang diciptakan tuhan untuk mengerti dirinya sehingga manusia tidak menjadi sombong, kadang-kadang kekeliruan tidak berarti menimbulkan sesuatu yang negative bahkan terkadang keliru bisa mengakibatkan munculnya sesuatu yang baru.

Keliru memang merupakan sifat dasar manusia dan bukan berarti kita tidak dapat meminimalkannya, berserah dan memohon ampun padaNya semoga kita terhindar dari godaan setan.. amin.

ELEGI KONFENSI KEBENARAN

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI KONFENSI KEBENARAN
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Selama ini saya hanya tahu kalau kebenaran itu ya kebenaran ternyata dari elegy ini ada berbagai macam kebenaran, kebenaran mitos, logos dan lainnya. Kebenaran ada bersifat relative atau bisa juga dikatakan kebenaran yang subyektif yaitu kebenaran menurut individu atau sekelompok orang tertentu atau bisa juga kebenaran menurut pikiran manusia termasuk didalamnya segala metode dan pendekatan yang ada, karena selama pikiran itu masih menurut pikiran manusia maka kebenaran itu bisa jadi dimanipulasi oleh yang berkuasa dibagian akhir elegy disebut kebenaran kuasa. Kebenaran kuasa adalah kebenaran yang diberikan oleh orang yang menganggap dirinya mampu menguasai orang lain, dan dapat menentukan benar atau tidak dari keuntungan yang mereka peroleh.
Satu-satunya kebenaran yang bersifat obsulut hanyalah milik Allah SWT, kebenaran dari-Nya adalah mutlak benar, acuan dari segala kebenaran.
Semoga kita dapat menggapai kebenaran dengan sebenar-benarnya kebenaran bukan atas dasar kepentingan ataupun kemamfaatannya untuk pribadi kita.

ELEGI MENGGAPAI TETAP

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI MENGGAPAI TETAP
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Mengakui adanya perubahan berarti mengakui adanya sesuatu yang tetap. Sesungguhnya dalam hidup ini ada yang tetap ada pula yang berubah. Dan itu akan selalu ada karena sesungguhnya yang Tetap yang absolut hanya milik Allah SWT.
Semua mahluk hidup akan mengalami perubahan tumbuhan, hewan maupun manusia itu sendiri sampai pada akhirnya hanya tinggal sebuah nama. Setiap manusia selalu ingin berubah kearah yang baik, selalu ingin mengalami perubahan ilmu kearah yang baik. Dan saat kita merasa ingin tetap menjadi diri kita seperti saat ini maka itu hanyalah sebuah mitos. Sesungguhnya yang tetap adalah perubahan itu sendiri..

ELEGI MENGGAPAI REDUKSI

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI MENGGAPAI REDUKSI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Reduksi adalah suatu metode berpikir, yang membantu kita mengingat sesuatu dengan lebih mudah atau lebih sederhana. Misalnya ketika berjalan diwilayah yang baru kita lalui agar kita tidak tersesat kita cukup mengingat beberapa lokasi yang kita lalui tidak perlu mengingat setiap detil jalan yang kita lalui karena kita tidak akan mampu mengingat seluruhnya. Metode berpikir reduksi merupakan bukti tentang keterbatasan manusia dan setiap manusia tidaklah terbebas dari reduksi, karena itu sepatutnya kita harusnya berhati-hati dalam mereduksi sesuatu hal apa lagi yang menyangkut orang lain.

Mereduksi berarti menghilangkan sebagian, menyadari adanya reduksi akan menyadarkan kita untuk berlaku sopan terhadap ruang dan waktu. Mungkin saat ini kita bisa saja menjadi subyek yang mereduksi suatu ketika mungkin kita akan menjadi obyek yang direduksi…

Sabtu, 05 November 2011

ELEGI MENGGAPAI KATEGORI

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI MENGGAPAI KATEGORI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Menurut Immanuel Khan pikiran manusia terdiri dari 12 kategori yang memiliki sifatnya masing-masing yang sepertinya tidak bisa diukur dengan secara fisik. 12 kategori yang ada kemudian dikelompokkan dalam 4 kelompok pengetahuan yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas dan ini sudah dimiliki oleh manusia sejak terlahir kedunia, kalau berdasarkan kategori yang diberikan Immanuel Khan maka setiap manusia berpotensi untuk membangun pengetahuan karena sudah memiliki modal yaitu 12 kategori pengetahuan.

ELEGI MENGGAPAI PENGETAHUAN YANG OBYEKTIF

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI MENGGAPAI PENGETAHUAN YANG OBYEKTIF
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Pengetahuan yang ada dalam pikiran kita sendiri dinamakan sebagai pengetahuan subyektif karena kebenarannya hanya bagi subyek tertentu dan belum tentu bagi subyek yang lain. Agar kebenaran tidak hanya menjadi milik subyek tertentu maka hendaknya pengetahuan subyektif dipamerkan, sehingga apa yang dianggap sebagai sesuatu yang benar dapat diakui kebenarannya oleh subyek yang lain.

Terkadang memang menyakitkan saat sesuatu yang dianggap benar oleh kita ternyata salah menurut ora ng lain, tetapi dari kritik, usulan, saran yang diberikan oleh banyak subyek akan membuat pengetahuan kita menjadi pengetahuan yang obyektif, pengetahuan yang benarannya tidak hanya menurut diri kita saja tetapi diakui juga oleh orang lain.