Minggu, 01 Januari 2012

Elegi Ritual Ikhlas III Menggapai Keutamaan Dzikir

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT A (11709251046)

Berdzikir artinya mengingat, dalam hal ini adalah mengingat Allah.  Kita diperintahkan untuk mengingat Allah, dalam segala keadaan, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring, dalam keadaan lapang dan sempit.
Seorang yang berdzikir hendaknya, berdzikir dengan sebenarnya, bukan cuma menyebut nama-Nya, tetapi dengan mengingat-Nya, secara utuh. Sehingga jadilah apapun perbuatan kita adalah wujud dzikir kepada-Nya. Duduk kita adalah mengingat-Nya, tidur kita adalah mengingat-Nya, berbicara kepada sesama manusia adalah mengingat-Nya. Bekerja adalah mengingat-Nya. Dengan demikian kita akan dapat menjaga diri kita dari berbuat zholim kepada makhluk-Nya.

Elegi Perlombaan Menjunjung Langit

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT A (11709251046)


Jika ingin berhasil didunia, hendaklah dengan ilmu, jika ingin berhasil di akhirat hendaklah dengan ilmu. Saya teringat dengan ayat Al-qur’an, yang mengatakan bahwa jin dan manusia tidak dapat menembus langit kecuali dengan sulthon. Ada yang mengartikan sulthon tersebut sebagai ilmu. Dalam transformasi ilmu, perlu ada niat yang benar baik pada sisi yang menyempaikan dan yang menerima. Yaitu itu niat mengharap ridho Allah. Dari sisi yang menyampaikan, hendaklah berusaha menyampaikan ilmu dengan ikhlas dan cinta kasih, sehingga tidak perlu menutupi sebagian dari ilmunya karena takut akan sesuatu. Dari sisi yang menerima ilmu, hendaklah berusaha belajar dengan ikhlas mengharap ridho Allah. Sehingga tidak menjadikan dia sombong, yang akan menutup pemahamannya akan ilmu tersebut. Dan agar ilmu yang dipelajari dapat membawa manfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

Elegi Menggapai Cemani

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT A (11709251046)


Manusia cemani adalah manusia yang berusaha untuk selalu berusaha berbuat sesuatu dengan ikhlas dan selalu berusaha untuk berfikir kristis. Gelas magister dapat dicapai karena ada criteria dan batasannya untuk mencapai gelar tersebut. Tetapi tidak ada manusia yang bergelar ikhlas dan kritis, karena merupakan dua hal yang tidak dapat dicapai batasnya. Menjadi orang ikhlas dan kritis adalah ibarat menjunjung langit, seberapa besar usaha dan kekuatan yang kita miliki, bahkan jika semua peserta menjunjung langit menyatukan diri menjadi satu kekuatan, ibarat semua mereka adalah tongkat yang disambung menjadi satu, seberapapun banyaknya tongkat itu, tidak akan mencapai langit. Ketidak tercapaian tangan menyentuh langit bukan berarti kita harus berhenti berusaha dan putus asa. Begitu pula ikhlas dan kritis, kita hanya berusah sebatas kekuatan kita untuk menuju kepadanya yang tak akan pernah tercapai.

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT  A(11709251046)

Dari elegy sebelumnya mengatakan bahwa jika kau ingin mengetahui dunia maka tengoklah kedalam pikiranmu. Dunia adalah seperti apa yang kupikirkan, jika kita membayangkan dunia ini adalah suatu hal yang positif maka dunia akan memberikan hal yang positif untuk kita. Jika yang kita bayangkan dunia ini adalah negative maka yang kita dapatkan sesuatu yang negative. Dunia akan memberikan sesuatu yang baik jika kita berpikir bahwa dunia kita baik, dunia kita merupakan refleksi dari yang ada dipikiran kita. Sehingga duniaku dengan yang lain tentu berbeda karena duniaku tercipta dari pikiranku sendiri dan yang lain menciptakan dunianya masing-masing.

Elegi Konferensi Pertama Para Bagawat

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT  A(11709251046)

Dari elegy ini saya menangkap sisi lain dari krisis kehidupan sekarang ini dimana Pemimpin yang tidak sadar akan ruang dan waktu akan memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan keinginan dan kebahagiannya. Pemimpin terkadang untuk mempertahankan kekuasaannya ia melakukan segala sesuatu tanpa memikirkan apa pun cara yang ditempuh. Sangat sulit mendapatkan pemimpin yang benar-benar dapat memegang amanat dari rakyat, yang terlihat sekarang ini adalah banyaknya pemimpin yang lupa dengan rakyatnya ketika ia memimpin, lupa bahwa ilmunya haruslah dimanfaatkan dengan baik dijalan yang baik bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Elegi Seorang Hamba Menggapai Kedamaian


ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT  A(11709251046)

Saya merasa sebagai hamba yang beruntung bisa diberikan kesempatan untuk membaca elegy yang sudah bapak tulis, hamper semua elegy membuat saya melihat  ke diri saya sendiri. Kedamaian dalam arti hidup tenang, tanpa gangguan bisa menikmati kehidupan dengan baik saya rasa itu merupakan impian semua manusia. Ternyata dibalik semua yang terlihat indah ada musuh besar yang membuat saya harus berpikir ulang tentang arti sebuah kedamaian. Ketika kita puas dengan kepastian kedamaian maka kita cendrung merasa nyaman, enggan untuk beranjak dan enggan untuk meningkatkan diri sehingga yang terjadi kita tetap damai dalam ruang dan waktu yang gelap padahal itu merupakan sesuatu yang berbahaya dimuka bumi ini..