Manusia memiliki keterbatasan dalam ruang dan waktu, tidak bias berada didua tempat dalam waktu yang bersamaan, dibisa mengatakan dua hal dalam ruang dan waktu yang sama. Karena keterbatasanya itu maka dalam hidup mausia harus memilih mana yang lebih prioritas untuk dilakukan. Memilih berarti mereduksi pilihan yang lain, reduksi merupakan salah satu sifat yang dimiliki manusia. Hidup adalah pilihan bermakna bahwa manusialah yang menentukan apa yang diinginkan dalam hidup oleh karenanya pilihlah yang terbaik dari apa yang dapat kita lakukan untuk hasil yang terbaik, yang harus diingat bahwa manusia hanya bisa menentukan pilihan dan berbuat serta mengharapkan yang terbaik yang menentukan hasil sebenarnya adalah Allah SWT.
Manusia hanya berencana tetapi dalam pelaksanaannya tergantung ketentuan Allah SWT. Setiap tulisan yang berisi rencana tidaklah semua dapat dilaksanakan dengan baik Karena dalam hidup dipengaruhi berbagai factor, baik itu factor internal maupun factor eksternal. Kita bisa saja menulis berlembar-lembar rencana yang akan kita lakukan dan berharap semua akan mampu kita laksanakan atau berjalan dengan baik tetapi yang terjadi hanya sebagian dari yang tertulis yang dapat kita lakukan.
Hidupku berada diantara Fatal dan Vital. Fatal berarti 100% menyerahkan diri pada nasib untuk suatu kehidupan.100% menyerahkan diri pada usaha untuk suatu kehidupan adalah vital. Hidup tidak bisa jika hanya salah satu dari keduanya, tetapi menurut saya kombinasi keduanya. Hidup membutuhkan doa dan ikhtiar ketika kita menjalaninya, tidak bisa hanya bergantung pada nasib saja tanpa berusaha, dan tidak bisa hanya berusaha saja tanpa berdoa karena semua kehidupan ini yang menentukan adalah Allah SWT. Setelah doa dan ikhtiar dilakukan dengan baik selanjutnya berserah pada nasib yang ditentukan Allah.
Gelar tertinggi bagi orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan memanfaatkan ilmunya dijalan yang baik, mengamalkan ilmunya serta Memberikan kesempatan pada orang lain untuk mempelajari ilmu, ketika ilmu yang kita berikan bermanfaat dan dimanfaatkan maka itulah yang akan menjadi saksi dari keilmuannya.
Hati dan pikiran adalah dua hal yang mendukung kehidupan manusia, saat hati dan pikirannya terbelenggu maka yang dirasakannya adalah sesuatu yang menyiksa dan membelenggu, tetapi saat hati dan pikiran terbebas dari segala yang membelenggu atau rasa tertekan maka dengan pikiran yang bebas aku dapat terbang kemanapun pikiranku, meski hanya sebuah imajinasi. Dengan kebebasan pikiran kita dapat terbang melampaui kecepatan seekor burung. Dengan kebebasa pikiran kita dapat mengembangkan kreatifitas kita, dan menjadi seperti apa yang kita mau.