Rabu, 15 September 2021

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI 
PEMIMPIN PEMBELAJARAN

OLEH 
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN SUMBAWA


“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Bob Talbert

Kutipan di atas mengingatkan kita sebagai guru bahwa mengajarkan kepada murid tentang sekumpulan ilmu pengetahuan adalah baik, akan tetapi lebih utama mengajarkan mereka tentang karakter, sikap dan cara menghadapi tantangan dunia masa depan yang akan menjadi ajang hidup mereka nantinya.



Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):

1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?



Pratap Triloka adalah suatu gagasan yang digagas oleh Suryadi Suryaningrat yang lebih kita kenal dengan Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan indonesia dan pendiri taman siswa Yogyakarta.  Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Pratap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada (yang di depan memberi teladan"), (2) Ing madya mangun karsa (yang di tengah membangun kemauan"), (3) Tut wuri handayani (dari belakang mendukung).

Ing Ngarso Sung tulodo memiliki arti bahwa seorang guru, pengajar maupun pemimpin harus mampu menjadi contoh bagi anak didiknya, baik bersikap maupun pola pikirnya. guru harus bisa memberikan teladan yang baik bagi anak didiknya agar anak akan memiliki prilaku yang baik. Ing Ngarso Suntulodo juga memberikan contoh serta panutan kepada orang lain di sekitanya saat ia berada di depan. Pada tahap ini guru memegang peran yang cukup kuat dalam pembelajaran.

Ing Madya mangun karsa memiliki arti bahwa bila guru berada di antara anak didiknya, maka guru tersebut harus mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi anak didik hingga anak didik diharapkan bisa lebih maju dalam belajar. Inspirasi dan motivasi yang diberikan guru dapat memberikan semangat dan memacu anak didik untuk lebih giat karena merasa diperhatikan dan selalu mendapat pikiran -pikiran positif dari gurunya. Pada tahap ini anak didik terlebih dahulu menguasai materi pembelajaran untuk kemudian mampu mengemukakan pendapat dan berdiskusi antar teman.
Tut wuri handayani memiliki arti bahwa guru dibelakang anak didik diharapkan mau memberikan kepercayaan dalam melaksanakan tugas dengan baik. di belakang memberikan semangat atau dorongan". Dari pengertian tersebut, makna dari semboyan ketiga ini berarti ketika berada di belakang, pengajar atau guru harus bisa memberikan semangat maupun dorongan kepada para muridnya.

Ki Hajar dewantara mengatakan bahwa pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun tujuannya adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. sebagai seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran belajar seharusnya mampu memberikan tuntunan bagaimana harus bersikap dan tuntunan dari pratap Triloka ini memberikan panduan bagaimana seorang pemimpin harus bersikap ketika ia berada di depan, di tengah dan di belakang.


2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?



nilai-nilai yang tertanam dalam diri tentunya akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai personal mempunyai pengaruh pada perilaku seseorang melalui sikap, kemudian berpengaruh pada perilaku akhir mereka. Tindakan atau perbuatan manusia mempunyai hubungan yang konsisten dengan nilai yang dianutnya. Nilai merupakan bentuk dasar bagi sebagian besar sikap situasional yang spesifik dan konsekuensinya nilai mempengaruhi perilaku. Nilai sebagai suatu pertimbangan yang konkrit atau eksistensial, juga merupakan suatu kecenderungan yang mendorong perbuatan individu. Nilai yang dimiliki oleh seorang guru seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid akan mempengaruhi guru dalam mengambil keputusan dan bersikap ketika menghadapi masalah. nilai ini juga akan mempengaruhi prinsip apa yang akan digunakan dalam mengambil keputusan. ketiga prinsip tersebut adalah:

a. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

b. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

c. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)


3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.



materi coaching sangat mempengaruhi bagaimana kita mengambil keputusan. coaching juga memberikan kesempatan untuk mengetahui potensi dan kelemahan coachee sehingga pada akhirnya coachee akan bisa membuat keputusan yang baik dan untuk dirinya sendiri.
Keterampilan coaching akan membantu melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh coach untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik. coaching akan membatu kita dalam pengambilan keputusan yang tenang, berhati-hati dan berdasarkan logika. melalui 5 tahapan coaching yang terangkum dalam model TIRTA yang sudah kita pelajari pada materi sebelumnya, coaching akan sangat membantu dalam membuat keputusan yang sesuai dengan kekuatan dan potensi yang kita miliki.


4. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.


Masalah moral adalah masalah yang berkaitan dengan suatu yang mengandung nilai antara benar atau salah. etika atau masalah etika adalah suatu masalah yang yang memiliki nilai kebenaran benar lawan benar. Penyelesaian atau pembahasan kasus ini tentunya tergantung/dipengaruhi oleh nilai/keyakinan yang dianut oleh setiap individu. Keyakinan atau nilai-nilai yang dianut ini akan memberikan pengaruh kepada cara kita dalam mengambil keputusan. Sebagai seorang pendidik, nilai-nilai yang kita miliki akan mempengaruhi keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan banyak hal dan melalui beberapa langkah pengujian keputusan sebelum benar-benar membuat keputusan.


5. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.


keputusan yang tepat tentunya akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman bagi lingkungan sekitar. berdasarkan materi yang sudah kita pelajari pada modul 3.1 untuk pengambilan keputusan yang tepat setidaknya melalui 9 langkah pengujian yang harus dilakukan sebelum pengambilan keputusan. Harapannya setelah melalui 9 langkah pengujian maka akan tercipta suasana baik, kehidupan yang harmonis dan pada akhirnya akan tercipta akan tercipta lingkungan positif yang kondusif, aman dan nyaman.


6. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?


kesulitan-kesulitan di lingkungan saya yang sulit untuk dilaksanakan untuk menjalan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini adalah
-  Perasaan khawatir yang berlebihan yang ada dalam diri saya.
- Rasa takut akan mengecewakan orang lain, atau ada pihak yang dirugikan dari keputusan saya.
- Pemahaman yang tidak tepat tentang informasi yang berkaitan dengan kasus yang ditangani
- perbedaan pandangan diantara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang mempersulit tercapainya kesepakatan.
- Sulitnya menyatukan pendapat banyak orang, sehingga setiap keputusan yang diambil tetap ada pihak yang merasa tidak puas dengan keputusan yang kita ambil.

7. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

kemerdekaan dalam belajar berarti memberikan kebebasan bagi murid untuk berinovasi, mengembangkan pikiran kritis dan membiarkan murid untuk bebas bereksplorasi, secara singkat adalah memberikan suatu pengajaran yang berpihak pada murid. Sebagai pemimpin pembelajaran guru dituntut harus mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dapat menciptakan suatu pembelajaran yang mampu mengembangkan dan memberikan kebebasan murid bereksplorasi sekaligus memberikan ruang untuk bagi siswa untuk bebas bereksplorasi. Guru juga harus mampu mengambil keputusan untuk membuat pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif murid akan tetapi mengembangkan kemampuan emosional melalui penerapan KSE dalam pembelajaran.

8. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?


Sebagai pemimpin pembelajaran guru memiliki wewenang untuk menentukan pembelajaran apa yang akan dilakukan yang dapat meningkatkan/mengembangkan karakter murid sekaligus kognitif murid. keputusan yang tepat terkait pembelajaran yang akan dilakukan tentunya akan mempengaruhi murid dalam bersikap dan menentukan masa depannya. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, pengambilan keputusan yang tepat terkadang mempengaruhi cara pandang dan nilai hidup siswa melalui teladan yang diberikan oleh guru. Di masa depan mereka akan tumbuh menjadi seorang yang cerdas dan berkarakter baik, penuh pertimbangan dan lebih cermat dalam dalam mengambil keputusan untuk kemajuan hidup meraka.


9.  Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?



Pada akhirnya disimpulkan bahwa tiga semboyan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara berupa ing ngarso sung tuloda, ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani adalah suatu pedoman/panduan yang bisa digunakan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran untuk mengambil keputusan untuk pembelajaran yang dilakukannya. ketiga semboyan mengingatkan kita bahwa sebagai pemimpin ketika di depan murid haruslah memberikan contoh, ketika berada di tengah kita pemimpin harus mampu memotivasi dan menginspirasi murid dan ketika berada dibelakang sebagai pemimpin pembelajaran kita harus mampu memberikan semangat atau dorongan.

nilai-nilai dan peran kita sebagai pemimpin pembelajaran akan mempengaruhi keputusan yang kita ambil semakin baik nilai yang ada dalam seorang guru yang sebagai pemimpin pembelajaran maka keputusan yang diambil akan semakin bijak dan baik. Nilai akan mempengaruhi cara kita dalam mengambil keputusan, dan prinsip apa yang akan kita gunakan.

Pengambilan keputusan yang tepat akan menciptakan suasana yang kondusif, lingkungan yang positif yang akan mewujudkan kemerdekaan dalam belajar yang akan mendukung murid untuk melakukan merdeka belajar. keputusan yang tepat akan memberikan kesempatan bagi murid untuk mengekplorasi diri lebih baik. hal ini bisa juga berlaku sebalik lingkungan yang positif akan memberikan kesempatan bagi seorang pemimpin pembelajaran untuk mengambil keputusan yang tepat bagi muridnya, sehingga murid dapat mengekplorasi diri dengan lebih baik.

keterampilan guru dalam menerapkan KSE dalam pembelajaran, maupun dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan pengaruh yang positif dalam mengambil keputusan yang tepat. Keterampilan coaching akan membantu guru dalam membuat keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran melalui keterampilan dalam membuat pertanyaan yang asertif.

Ketika guru dan murid menghadapi situasi dilema etika, maka akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan  akan hidup. Secara umum ada 4 paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yaitu :

a. invidu lawan Masyarakat

b. rasa keadilan lawan rasa kasihan

c. kebenaran lawan kesetiaan

d. jangka pendek lawan jangka panjang

 

untuk mengambil keputusan yang tepat maka sebaiknya melalui 9 langkah pengujian sehingga keputusan yang kita ambil akan memberikan manfaat yang lebih baik bagi orang banyak.

 


sumber referensi:

https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-701009210/arti-semboyan-ing-ngarso-sung-tulodo-ing-madya-mangun-karsa-tut-wuri-handayani-di-pendidikan?page=3 diunduh 15 September 2021

-  Modul 1 Program Guru Penggerak. Paradigma dan Visi Guru Penggerak.

-   Modul 2 Program Guru Penggerak. Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada murid

- Modul 3.1 Program Guru Penggerak. Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran.

- gambar coaching (https://id.hrnote.asia/orgdevelopment/mengenal-apa-itu-coaching-dan-manfaatnya-bagi-perusahaan-210624/)

-  gambar nilai (https://emymelany85.blogspot.com/2020/12/koneksi-antar-materi-modul-12-nilai-dan.html)

- Gambar conclusion (https://penerbitbukudeepublish.com/pengertian-kesimpulan/)

- Gambar kasus (publik walfare.com)

-  Gambar pengambilan keputusan ( ilmumanajemenindustri.com ) 

 



 



Rabu, 08 September 2021

REFLEKSI TERBIMBING MODUL 3.1.A.6

 1. Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

pemahaman saya tentang konsep yang telah saya pelajari dalam modul ini adalah

- dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan pilihan secara moral benar. sementara itu bujukan moral adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah melakukan hal yang salah alasan yang baik tetap saja salah walaupun tujuannya untuk mendapat nilai baik, tetap saja salah. Misalnya berbohong yang merupakan sebuah tindakan yang salah walaupun untuk kebaikan tetap saja salah

- ada 4 paradigma dalam pengambilan keputusan

a. Individu lawan masyarakat (individual vs community)

b. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

c. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

d. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

- 3 prinsip pengambilan keputusan

a. berpikir berbasis akhir (end-based thinking)

b. berpikir berdasarkan peraturan (role-based thinking)

c. berpikir berdasarkan rasa peduli (care-based thinking)

- 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan

a. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

b. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

c. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

d. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

         - Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

         - Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) tidak ad a

         - Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)

         - Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda                 merasa nyaman?

          - Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

e. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

f. Paradigma kebenaran lawan kesetiaan. Dan individu lawan masyarakat.

g. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai

h. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

i. Apa keputusan yang akan Anda ambil?

j. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.


2. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

dampak bagi diri saya setelah mempelajari modul ini adalah saya akhirnya bisa memilah/mengidentifikasi mana yang termasuk dilema etika mana yang merupakan bujukan moral. Sebelum mempelajari modul ini ketika memutuskan suatu dilema terkadang saya hanya memikirkan mana yang terbaik pada saat itu dan setelah mempelajari modul ini saat saya menyadari penting 9 langkah pengambilan keputusan, meskipun tidak semua mampu saya terapkan tetapi mulai memikirkan terutama pada kategori benar salah baru kemudian memikirkan penyelesaian apa yang perlu dilakukan. hal lain yang saya ketahui setelah mempelajari modul ini adalah bahwa saat mengambil keputusannya ternyata ada 3 prinsip, berdasarkan hasil akhir, berdasarkan aturan dan berdasarkan rasa peduli.


3. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

- sebagai seorang individu topik modul ini sangat penting untuk dipelajari karena dalam keseharian kita selalu dihadapkan pada banyak permasalahan dan semua hal yang dipelajari dimodul ini memberikan kesempatan pada diri saya secara pribadi untuk belajar lebih baik dalam menghadapi masalah.

- Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang setiap hari berinteraksi dengan murid dan rekan guru tentu keterampilan yang diajarkan dalam modul ini akan sangat berguna/penting dimana akan banyak permasalahan dilema etika yang dapat terselesaikan dengan baik dengan menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan.


4. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

hal yang bisa saya lakukan untuk membuat perbedaan dilingkungan saya setelah mempelajari modul ini adalah menyampaikan kepada rekan sejawat tentang cara mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah. Memberikan contoh yang baik untuk penerapan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran terutama tentang bagaimana mengidentifikasi suatu masalah, dan menerapkan 9 langkah menyelesaikan masalah.

Jumat, 02 Juli 2021

AKSI NYATA MODUL 1.4.A.10

       KESEPAKATAN KELAS UNTUK MEWUJUDKAN 

BUDAYA POSITIF YANG BERPIHAK PADA SISWA


A. Latar Belakang

        Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa, sebagaimana halnya rumah maka sekolah harus bisa memberikan kenyamanan bagi siswa. Sehingga siswa senang untuk berada di sekolah khususnya di kelasnya dengan nyaman. Kenyamanan dapat dirasakan siswa dari suasana yang ada di sekolah melalui penataan lingkungan maupun pengaturan kelas. Salah satu yang bisa dilakukan sekolah untuk memberikan rasa nyaman adalah dengan memberikan kepada siswa budaya positif. Budaya positif sangat penting dikembangkan di sekolah karena budaya positif sangat penting dikembang di dekolah karena budaya positif merupakan salah satu indikator peningkatan mutu sekolah.

    Membangun budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid diawali dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif  di kelas. Kesepakatan kelas adalah Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan siswa bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru dan siswa. Hal ini penting untuk lakukan sebagai langkah awal untuk mengembangkan budaya positif yang berpihak pada siswa. karena pentingnya kesepakatan kelas tersebut, maka hal ini perlu dilakukan di kelas tempat belajar sebagai langkah awal membangun budaya positif di kelas yang kami ampu. Dengan harapan budaya positif yang dibuat untuk kelas ini, akan memberikan pengaruh positif tidak hanya di kelas tersebut akan tetapi terus meluas ke seluruh sekolah. 

B. DESKRIPSI AKSI NYATA

saat melakukan aksi nyata membuat kesepakatan kelas yang kami lakukan secara online, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum menerapkan aksi nyata, yaitu; 

1. Melakukan koordinasi dengan siswa dan wali kelas

Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat kesepakatan kelas adalah melakukan sosialisasi dengan wali kelas bahwa akan diadakan kesepakatan kelas secara online. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari wali kelas dan mengharapkan kepada wali kelas agar dapat meneruskan kepada orangtua siswa.

2. Membuat link google meet

Kesepakatan kelas secara online dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi google meet. Aplikasi ini dipilih karena siswa telah memiliki akun belajar.

3. Mengundang siswa untuk melakukan google meet. 

Setelah membuat link, maka kami mengundang siswa untuk melakukan pertemuan secara online . undangan beserta link diberikan melalui grup wa kelas.

4. guru melakukan google meet dengan siswa sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, berikut adalah hal-hal yang dilakukan saat guru dan siswa melakukan pertemuan secara online;

  • guru menyampaikan tujuan pertemuan yang  dilaksanakan
  • guru menanyakan kepada siswa secara klasikal tentang kelas yang mereka impikan,
  • bertanya kepada siswa bagaimana mewujudkan kelas tersebut,
  • melakukan diskusi bersama siswa untuk membuat kesepakatan kelas, Kesepakatan        kelas yang dimaksud adalah untuk menyampaikan hal-hal yang diinginkan    oleh guru    dan siswa 
  • dari beberapa ide yang diberikan siswa kemudian disepakati hal-hal yang perlu dilakukan saat dikelas.

5. guru dan siswa menyepakati aturan-aturan yang telah dibuat bersama

C. HASIL DARI AKSI NYATA

Adapun pertemuan yang dilakukan secara online  disepakati beberapa hal. Hasil dari pertemuan ini kami beri nama kesepakatan kelas saat bdr, yang berisi tentang impian dari kelas yang nyaman yang diinginkan bersama. Adapun poin penting dari kesepakatan itu adalah;

  • berdoa sebelum dan setelah belajar
  • selalu mengerjakan tugas tepat waktu
  • masuk tepat waktu, saat pembelajaran online
  • bekerja dan lakukan yang terbaik
  • menggunakan kamera jika sedang pembelajaran online
  • matikan microphone saat guru menerangkan
  • selalu absen saat BDR

Dari hasil kesepakatan ini guru dan siswa bersama-sama menyepakati bahwa poin-poin yang penting yang kita cantumkan dalam kesepakatan kelas tersebut akan dijalani dengan baik sehingga kelas yang diimpikan akan terwujud sesuai dengan yang diharapkan. Hasil kesepakatan juga disimpan oleh siswa dalam bentuk screenshoot. Selain dari itu kesepakatan kelas juga dikirim ke grup kelas. 

D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN KESEPAKATAN KELAS

Pembelajaran yang kami dapatkan selama menerapkan aksi nyata di kelas adalah:

  1. Kesepakatan yang dilakukan secara online tidak bisa diikuti oleh seluruh siswa. Hanya siswa yang memiliki kuota internet saja yang bisa mengikuti. 
  2. Waktu penyusunan kesepakatan bersama perlu diperhatikan agar seluruh siswa dapat mengikuti.
  3. Pemilihan metode penyusunan kesepakatan bersama semestinya memikirkan faktor kesiapan siswa terutama infrastruktur jika dilakukan secara online.
  4. Keterlibatan siswa dalam penyusunan kesepakatan bersama perlu dipertahankan. Siswa merasa dilibatkan, merasa keberadan mereka dihargai. Siswa juga merasa ikut bertanggung jawab karena kesepakatan disusun bersama-sama bukan datang dari guru atau sekolah.

E. RENCANA PERBAIKAN DIMASA MENDATANG

Dari beberapa hal yang dilakukan, melalui refleksi yang dilakukan ada beberapa hal yang menjadi rencana perbaikan dimasa mendatang, yaitu:

  1. Mengajak siswa untuk menyusun kesepakatan bersama akan dilakukan di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Hal ini dilakukan karena pada awal masuk siswa akan bersemangat dan bersiap untuk belajar. 
  2. Membuat kesepakatan bersama offline. Agar semua siswa dapat terlibat.
  3. Menyampaikan hasil kesepakatan kepada wali siswa untuk mempermudah koordinasi dan monitoring. 
  4. Penyusunan kesepakatan kelas ini akan kami terapkan di kelas lainnya. 

F. DOKUMENTASI KEGIATAN

 

Siswa yang mengikuti kesepakatan kelas

 

Hasil kesepakatan kelas

 

 

 

Sabtu, 05 Juni 2021

AKSI NYATA MODUL 1.2 PERAN DAN NILAI GURU PENGGERAK


PENERAPAN NILAI DAN PERAN GURU PENGERAK

Menjadi Guru Yang Mandiri dan Reflektif

 

Dari PPGP pada modul peran dan nilai guru penggerak, kami mempelajari tentang bagaimana peran dan nilai dari seorang guru penggerak. Ternyata untuk menjadi seorang guru penggerak bukan hanya pandai menyampaikan materi pelajarannya saja, tetapi seorang guru penggerak juga memiliki peran lain yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach dari guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid. selain peran, seorang guru penggerak dituntut untuk memiliki nilai sebagai berikut: mandiri, refleksi, kolabratif, inovatif, serta berpihak pada siswa. Menurut kami kedua hal tersebut sangat penting untuk dimiliki oleh seorang guru bukan hanya oleh guru penggerak.

 

 

berdasarkan hasil dari PPGP modul Peran dan nilai guru penggerak maka saya melakukan beberapa refleksi tentang apa peran yang sudah saya lakukan dan nilai apa saja yang saya sudah miliki selama menjadi guru selama 16 tahun menjadi guru menyadari bahwa ada beberapa peran dan nilai yang sudah kami lakukan dan yang masih perlu dikembangkan. Hal pertama yang kami lakukan untuk penerapan nilai dan peran guru penggerak adalah dengan menerapkan pada diri kami sendiri dengan berusaha mengembangkan kompetensi kepribadian kami sebagai pribadi yang positif sehingga menjadi pribadi yang lebih baik, dan berusaha menjadi teladan bagi orang-orang dalam komunitas. selain dari itu kami mulai mengasah kemandirian kami dan menerapkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan kebutuhan siswa serta kepentingan siswa sehingga pelajaran yang kami buat akan berpusat pada siswa.

 

hal lain yang kami untuk menumbuhkan nilai kemandirian dalam diri kami sebagai guru penggerak adalah dengan mengikuti berbagai webinar dan pelatihan untuk mendukung tugas kami sebagai guru, sehingga kami dapat memberikan pelayanan yang baik kepada siswa kami. salah satu pelatihan yang kami ikuti adalah pelatihan pembatik level 1 yang diadakan oleh Rumah Belajar Kemendikbud. pelatihan ini meningkatkan pemahaman guru tentang fungsi dan peran TIK dalam pembelajaran. serta bagaimana pemanfaatan penggunaan sosial media dalam menyukseskan pembelajaran PJJ. selain dari itu kami jugamengikuti beberapa webinar yang diselenggarakan oleh Seameo tentang bagaimana penggunaan desmos dalam pembelajaran matematika. hal ini perlu dipelajari untuk kami guru sehingga pada akhirnya kami punya banyak pilihan pembelajaran apa yang akan kami lakukan dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa. hal yang berikutnya setelah mengikuti pelatihan adalah berbagi dengan rekan guru dan mengajak mereka untuk ikut dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah Belajar.

 

Untuk memudahkan kami melakukan sosialisasi maka kami perlu membangun komunikasi yang baik dengan berbagai komponen masyarakat lingkungan sekitar dan masyarakat sekolah (rekan sejawat, siswa, komite dan tenaga kependidikan) sehingga meningkatkan hubungan yang baik dengan masyarakat sekolah, hal ini akan menunjang kolabarasi yang dilakukan dengan rekan sejawat adalah dalam meningkatkan kompetensi rekan guru seperti dalam peningkatan kemampuan dalam penggunaan TIK dalam pembelajaran, berdiskusi tentang cara pengisian E-Raport secara online, berdiskusi dengan rekan sejawat  tentang program sekolah seperti pelaksanaan dan evaluasi Penilaian akhir semester, Ujian Sekolah, serta program yang akan, sedang dan telah dijalankan. berdiskusi dengan rekan guru sesama mapel dalam memecahkan masalah belajar siswa.

 

Dalam pelaksanaan aksi nyata tersebut kami didukung oleh kepala sekolah, wakil kepala dan rekan guru disekolah. semua pihak masyarakat sekolah memberikan ruang bagi kami sebagai guru penggerak untuk berkreasi dan melaksanakan program yang telah kami buat. meskipun hasil yang kami tunjukkan belum optimal tetapi kami ttelah ikut berusaha dalam mengkondisikan lingkungan sekolah sehingga teman guru dapat mengajar dan belajar dengan baik. semoga pada kesempatan berikutnya kami dapat mengembangkan diri dengan lebih baik.

rangkaian kegiatan yang kami lakukan selama aksi nyata adalah

Tahapan

Foto

Keterangan

Perencanaan


 

sosialisasi program

Pelaksanaan

 

 



 

pelaksanaan program pengembangan guru

 


 

pelatihan untuk mengembangkan kemampuan TIK

Refleksi


 

refleksi kegiatan yang sudah dilakukan bersama rekan guru.

 

 

 

 

 

Minggu, 18 April 2021

REFLEKSI KRITIS FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA

 REFLEKSI INI DIBUAT UNTUK TUGAS SEBAGAI CGP ANGKATAN 2 TAHUN 2021

SUMBAWA, APRIL 2021

Intisari dari pemikiran KHD tentang pendidikan. pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak.  Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak. Pendidikan dapat pula dikatakan sebagai tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak. maksudnya adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.  Adapun peran Guru adalah penuntun yang ibaratnya seperti petani yang hanya bisa menumbuhkan padi dari bibit padi padi, mengolah dan merawatnya serta memberikan kebutuhan padi sehingga dapat tumbuh menjadi padi berkualitas.  Jika kita menanam padi tetapi merawatnya dan memberi kebutuhan yang tidak diperlukan padi mungkin padi dapat tumbuh tetapi tidak optimal. Demikian pula dengan anak harus diberikan tuntunan sesuai dengan kodrat alamnya dan zamannya sehingga dapat tumbuh dengan optimal.

 

Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah sebuah pembelajaran yang berpusat pada anak, pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kondisi anak, kebutuhan anak dan kemampuan yang ada pada anak. Dan tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembelajaran sesuai dengan budaya yang ada pada anak dan berusaha untuk menyisipkan nilai-nilai yang berguna untuk meningkatkan budi pekerti anak melalui pembelajaran yang diampu.  Misalnya untuk pelajaran matematika saat membuktikan kekongruenan pada dua segitiga siswa bisa membuktikan dengan hanya menggambar saja kemudian mengirimkan tugasnya berupa gambar atau siswa bisa membuat video dan menunjukkan cara mereka membukt

agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud kita perlu menerapkan sebuah pembelajaran yang berorientasi pada anak dengan pendekatan yang menyeluruh. Yang berarti pendidikan untuk membangun tumbuh kembang anak yang mengembangkan seluruh potensi yang ada pada anak secara seimbang.

 

Dari beberapa konsep pemikiran yang diberikan oleh KHD sebenarnya telah dilaksanakan meskipun belum optimal seperti saat menyusun kegiatan pembelajaran kita memperhatikan kondisi anak, apa yang sudah mereka ketahui, apa yang mereka miiki dan kompetensi minimal apa yang mereka butuhkan sehingga pembelajaran dapat diterima dengan baik contohnya yang pernah saya lakukan saat BDR adalah memberikan kesempatan pada anak menyelesaikan tugasnya sesuai dengan kemampuan mereka dan daya dukung yang ada pada mereka. Misalnya saat membuktikan kekongruenan pada segitiga anak bisa memiliki bentuk pembuktiannya dengan mengirimkan gambar saja atau anak bisa mengirimkan dalam bentuk video. Pemilihan ini menyesuaikan dengan tingkat pemahaman anak dalam menggunakan teknologi.

 

 

Kamis, 05 April 2018

belajar untuk ujian bagian 2

setelah mencoba mengerjakan soal yang ada di postingan sebelumnya, sekarang kita lanjutkan ke bagian berikutnya:


1.      Sebuah taman berbentuk lingkaran dengan diameter 21 m.Di dalam taman taman akan diberi rumput.Jika biaya untuk pemasangan rumput tersebut Rp100.000,00 per meter persegi, Hitunglah total biaya untuk pemasangan rumput di taman tersebut. 
tips jika menjawab soal seperti ini:
a. perhatikan bentuk taman yang dibuat.
b. lihatlah apa yang ditanyakan apakah luas taman atau keliling. jika pemasangan rumput dalam taman maka berhubungan luas. tetapi jika berhubungan dengan pagar maka gunakan konsep keliling bangun.
2.      Tinggi rata-rata 8 orang pemain Volly adalah 176 cm. Setelah 2 orang keluar dari tim Volly, tinggi rata-ratanya menjadi 175 cm. Hitunglah tinggi rata-rata pemain yang keluar. (lihat materi statistik y)
3.  Nilai peluang munculnya jumlah mata dadu kurang dari 7 pada pelantunan dua buah dadu secara bersamaan sebanyak 1 kali adalah ....