Senin, 31 Oktober 2011

ELEGI MENGGAPAI HATI KESATU

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI MENGGAPAI HATI KESATU
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Berada pada situasi yang menyenangkan dan menguntungkan ternyata adalah sebuah kontradiktif dalam hidup, karena sebenar-benarnya selama kita hidup didunia maka kita selalu bersifat kontradiktif, dari elegy ini saya memahami bahwa untuk terus maju kita tidak bisa selalu berada dalam ruang gelap meskipun itu dalam situasi yang sangat menyenangkan dan menguntungkan justru kita harus berkarya untuk menunjukkan eksistensi diri agar tetap dikatakan ada. Mencari ilmu dengan batasan hati adalah salah satu cara untuk dapat menyelaraskan diri dengan kemajuan saat ini.

ELEGI MENGGAPAI HATI

Hati adalah pemimpin, batas dari pikiran adalah hati. Hati dan pikiran saling mempengaruhi ketika hati bersih maka apa yang dipikirkan juga sesuatu yang bersih (baik) tapi pikiran kotor berarti menjadi isyarat bahwa hati kita kotor.Elegy ini mengingatkan bahwa hati adalah penentu dalam setiap tindakan yang dipikirkan. Ketika hati dibiarkan terlalu lama dan menjadi kotor maka akan menimbulkan penyakit hati yang menjalar menjadi penyakit jiwa dan raga.
Ilmu ada dalam hati dan ilmu dalam pikiran, sesungguhnya keduanya haruslah berjalan seirama keduanya harus dikembangkan bersama, saat pikiran mengembangkan ilmu maka hati harus diikutkan sehingga kita tidak terjebak oleh ilmu yang ada dalam pikiran.

Sabtu, 29 Oktober 2011

ELEGI MENGGAPAI DASAR GUNUNG ES

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI MENGGAPAI DASAR GUNUNG ES
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
Untuk mempelajari filsafat ilmu sama halnya dengan menaklukkan gunung es . untuk dapat mempelajari filsafat sebaiknya tidak hanya melihat pada bagian atasnya saja tetapi ada hal yang lain yang juga perlu diperhatikan yaitu bagian-bagian dari gunung es (filsafat) itu sendiri termasuk apa yang ada disekitarnya. Dan untuk benar-benar mengerti kita harus menyelam kedalam laut meskipun kita menyadari bahwa itu sangat sulit , dan hanya dengan hati yang tulus dan ikhlaslah kita akan menemukan bahkan mendapatkan sesuatu yang baik. Satu hal yang tidak boleh dilupakan apapun jenis filsafat yang kau miliki hendaknya tetap menganggap hati (keyakinan) sebagai petunjuk karena hati dapat menentukan batas bagi kita apa yang mampu kita pelajari.

ELEGI MENGGAPAI RAMAI

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI MENGGAPAI RAMAI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Terima kasih pak, dari elegi ini saya memahami bahwa ada suara-suara halus bahkan menyerupai getaran yang sangat lembut yang tidak akan saya dengar ketika saya hanya mengandalkan telinga saja untuk mendengar. Ketika hanya telinga yang dipakai untuk mendengar maka yang dapat didengar hanya merupakan suara fisik saja , namun ketika jiwa raga dan keyakinan bersatu dan berbicara dengan bahasa yang sama maka suara itu akan dapat dirasakan suara seluruh alam yang bertasbih mencuci namaNya, bertahmid mensyukuri nikmatNya dan Bertakbir mengagungkan kebesaranNya. Tidak adalah sesuatu yang terlepas dari pendengarNya, seperti halnya tidak adanya suatu kejadian yang tidak atas kehendakNya.

ELEGI BAGAIMANA MATEMATIKAWAN DAPAT MENGUSIR SETAN

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI BAGAIMANA MATEMATIKAWAN MENGUSIR SETAN
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
Matematika adalah ilmu, ilmu pada hakekatnya adalah memiliki ontologi ilmu, epistemology, dan aksiologi. Dari tiga hal diatas diharapkan nantinya matematika itu dapat dikembangkan dan tentunya bermamfaat bagi manusia itu sendiri. Ilmu yang diperoleh secara sadar yang disesuaikan dengan ruang dan waktu akan menghilangkan rasa tinggi hati dan membuat ilmu itu bermamfaat, tidak menjadikan ilmu sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri dan menggunakannya kearah yang tidak baik. Matematika merupakan sebuah ilmu yang harus dimiliki untuk dapat menguasai ilmu lainnya. Dengan kemampuan berpikir logis yang dimiliki seorang matematikawan seharusnya mampu menepis godaan-godaan yang menggoyahkan iman, dengan kelebihan yang ada pada ilmu matematika harusnya membuat kita menyadari betapa sesuatu itu terbatas oleh yang dipikirkan manusia ada yang lebih luas dari pemikiran manusia.
Timbul pertanyaan dalam diri saya, apa negara kita yang korupsinya begitu banyak adalah dampak dari pembelajaran matematika yang salah atau pendekatan yang digunakan saat pembejaran masih kurang pas? Kalau jawabannya iya berarti guru matematika memegang peranan penting untuk sebuah kemajuan bangsa.

ELEGI MENANGKAP ANOMALI

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
KOMENTAR ATAS ELEGI MENANGKAP ANOMALI
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

Hidup selalu mempertemukan kita dengan dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomy dan anomali. Semakin tinggi ilmu kita semakin banyak pilihan yang bisa kita pilih semakin rumit pula tuntutan bahkan semakin komplikasi masalah yang kita temui namun ada yang harus selalu dijaga yaitu hati, semakin tinggi ilmu jangan sampai hati juga semakin tinggi sehingga mampu bersikap munafik tidak jujur menjalani hidup. Kita adalah bagian dari paralogis namun semoga bukan termasuk kedalam anomaly akan lebih baik melakukan kebaikan dengan kebaikan juga sehingga hal baik akan tetap baik tidak tercampur dengan sesuatu yang haram sehingga menjadi lebih barokah hidup kita.

ELEGI BENDUNGAN KOMTE DAN SUNGAI POSITIF

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ELEGI BENDUNGAN SUNGAI KOMTE DAN SUNGAI POSITIF
PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
Aliran positif dan aliran transendal adalah 2 hal yang berbeda, aliran positif yang tokoh aguste comte mengajarkan cara berpikir manusia tahapan ini lebih tinggi daripada tahap theologik dan metafisik, sesuatu nyata dan benar harus kongkret, eksak, akurat, dan memberi kemamfaatan sementara transenden adalah sifat dari metafisik didalamnya memuat pengalaman-pengalaman yang diluar jangkauan pikir manusia. Padahal tidak semua hal mampu dipikirkan oleh pikiran manusia karena pikiran terbatas oleh ruang dan waktu serta tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran yang obsulut, karena terkadang pikiran manusia bisa dipengaruhi oleh pikiran-pikiran lainnya.
Menurut saya pribadi akan lebih baik jika pola pikir manusia itu dibarengi dengan kesadaran tentang adanya sesuatu yang menjadikan sesuatu ada, sehingga tidak menjadikan kita mahluk yang sombong dan menganggap diri kita lebih baik dari yang lainya. Ilmu sebaiknya dikembangkan untuk membuat kita menyadari siapa diri kita bukan malah membuat kita melupakan asal kita atau darimana kita berasal.
Itulah yang dapat saya maknai, mohon koreksinya jika pendapat saya menyimpang dari yang seharusnya. Terima kasih..