Penguasa dunia adalah sang multi facet, multifacet saya artikan sebagai seseorang yang mampu menempatkan diri dalam ruang dan waktu, serta mampu menjalankan perannya dengan baik. Disaat kita menyadari diruang mana dan waktu yang seperti apa kita, maka dengan mudah semua hal akan mampu kita lakukan, tentunya sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Mampu menempatkan diri bisa dalam maksud yang positif bisa juga dalam maksud negative, saat kemampuan menempatkan diri digunakan dalam hal yang positif tentunya menghasilkan sesuatu yang positif, jika digunakan dalam hal negative tentu sangat merugikan orang lain.
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.Fenomena-fenomena kehidupan termasuk diantaranya dalam bidang politik, ekonomi, dan prilaku. Untuk terbentuknya suatu Negara yang baik maka diperlukan suatu aturan dalam bermasyarakat aturan-aturan ini kemudian menjadi sebuah hokum dalam suatu Negara. Suatu hukum yang berupa undang-undang disusun melalui pemikiran yang mendalam ( yang merupakan metode berpikir filsafat). Karena cakupan filsafat yang begitu luas mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada termasuk diantaranya adalah aturan-aturan atau hukum-hukum.
Pikiran dan hati adalah dua hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Untuk medapatkan ilmu manusia membutuhkan kecerdasan pikiran dan untuk memaknai ilmu dengan baik tidak cukup hanya dengan pikiran tetapi juga dengan hati. Hati itu dalam bahasa Arab dan istilah tasawuf disebut degan Qalbu. Pekerjaan qalbu adalah mengambil keputusan, apakah akan menerima yang baik atau yang buruk. Kalau hati itu sholeh, berarti hati akan mengambil yang baik atau menerimanya, sekaligus menolak yang buruk atau bathil.Sementara pikiran atau alam pikiran, tugasnya mengatur strategi, menghitung, menghafal, berlogika, berencana, mengorganisir, dan sebagainya, hakikatnya hanyalah alat atau aparatnya qalbu saja. Urusan usaha, ikhtiar, merencanakan, cukup oleh pikiran saja, jangan sampai dimasukkan hati. Sehingga apa yang ada dalam pikiranku sesungguhnya tidak mampu memikirkan apa yang ada dalam relung hatiku. (http://khaylif.multiply.com/journal/item/26)
Kata-kata adalah bagian dari apa yang dipikirkan. Banyaknya hal yang dipikirkan sehingga kata-kata tidak mampu mengikuti apa yang dapat dipikirkan. Kata-kata adalah cerminan apa yang dipikirkan jadi sebelum mengucapkan sesuatu atau mengeluarkan kata-kata adala baiknya pikiran dibersihkan sehingga yang terdengar adalah sesuatu yang baik yang menandakan pikiran yang baik. Kecepatan berpikir manusia lebih cepat dari apa yang mampu dikatakannya bahkan untuk orang yang tidak dapat berkata-kata saja (orang bisu) mereka tetap mampu berpikir.
Menulis merupakan kegiatan yang menuangkan apa yang dipikirkan dan yang akan dikatakan. Apa yang dapat kita tulis hanya sebagian dari apa yang ingin kita katakan, karena banyak hal yang kita katakana maka tulisan tidak akan dapat mengikuti apa yang dapat dikatakan, tetapi dengan tulisan kita akan dapat mengingat kata-kata apa yang telah kita ucapkan dan dengan tulisan pula kita dapat mengucapkan kembali kata-kata yang telah kita ucapkan.