Elegi Ritual Ikhlas IV: Menemukan Ruh
Memandang wajah Rasulallah adalah salah satu kenikmatan, ibarat kita melihat pemandangan laut, gunung, hutan, atau memandang fenomena alam yang tidak lazim, yang menggambarkan kekuasaan Allah. Tentu memandang wajah beliau memberikan kenikmatan tersendiri dan berbeda. Memandag wajah pengantar Rahmatallill’aalmiin yang akan membuat jatuh hati siapapun yang memandangnya, dan membuat penasaran bagi yang belum pernah memandangnya. Membencinya adalah pendustaan terhadap perkataan hati, mengingkarinya adalah pendustaan terhadap kebenaran hakiki yang dibawanya. Menyakitinya adalah menyakiti Penciptanya dan Ciptaan-Nya.
Mengikutinya adalah pililhan terbaik menuju keselamatan, yang pengikutnya takkan tersesat dimanapun dan kapanpun. Mengamalkan apa yang telah disunnahkan adalah cara terbaik mengatakan “Aku mencintaimu Yaa Rasulallah, Mencintainya adalah jalan menuju kepada cinta kepada sang Pencipta. Dan barang siapa dicintai Allah, maka itu sudah cukup mengatarkan kita kepada keselamatan sejati.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mencintai Rasul-Mu, dengan cinta itu kami mengikuti perintah-Mu didalam sunnahnya. Bukan cinta yang berlebihan, yang menyebabkan kami memandang dia serupa dengan-Mu dan membuat kami tidak dapat memandang keindahan wajah-Mu ketika kami bertemu dengan Mu nanti.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mengakui kesucian-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, membesarkan kebesaran-Mu. Bukan cinta yang berlebihan yang menyebabkan kami lupa kepada-Mu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
pengertian ini diambil dari buku pak Munif Chatib dari bukunya yang berjudul "Gurunya Manusia" tentang istilah dalam pembelajaran,...
-
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN OLEH ERNI GUSTIEN VIRGIANTI CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN SUMBAWA “Mengajarkan anak menghit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar