Minggu, 01 Januari 2012

Elegi Tasyakuran Spiritual Ketiga (Proyek Syurga)

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT A (11709251046)

Saya teringat cerita tentang seorang ahli ibadah, yang menyendiri agar dapat beribadah. Setiap sore, Allah memunculkan buah delima pada pohon ditempat dia beribadah sebagai makanannya, hingga diakhirnya dia bertenu dengan Allah pada yaumul mizan.
Bagitu hamba tersebut dihadapkan, tanpa acara penimbangan amal, Allah berkata, “malaikat, masukkan hambaKu ke surgu dengan rahmatKu” Mendengar itu, si hamba merasa tersinggung, dia keberatan dimasukkan ke surga karena rahmat Allah, dia merasa telah beribadah sepanjang hidupnya, dia tidak merasa berbuat maksiat. “Seharusnya aku masuk surga karena amal ibadahku” katanya, dan dia enggan masuk surga jika karena rahmat Allah. Demikianlah kejadian tersebut berulang tiga kali, lalu Allah berkata “Malaikat, masukkan orang ini kedalam Neraka karena murka ku”. Mendengar kalimat ini, si hamba lebih sewot dan minta keadillan, minta ditimbang amalnya. Allah menyetujuinya. Dipasang seluruh amalnya di salah satu sisi mizan, dan di sisi lainnya dipasang rahmat Allah yang telah dia terima melalui matanya saja. Melihat seluruh amalnya seumur hidupnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rahmat Allah, pada pandangannya saja, si hamba tak sanggup berdiri lagi.
Elegy ini mengingatkan saya pada cerita tersebut, bahwa seluruh ibadah kita semata-mata untuk mencapai rido dan rahmat Allah.

Tidak ada komentar: