ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Elegi Ritual Ikhlas IV: Memandang Wajah Rasulullah
Semoga Allah memberikan kekuatan, kesempatan, dan keselamatan, kepada Bapak untuk dapat memandang wajah Rasulallah, semoga begitu juga Untuk Saya, Aamiin..
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk mengamalkan sunnahnya dan meninggalkan larangannya, sehingga kita tidak terlalu malu untuk memandang wajah beliau nantinya.
Sabtu, 03 Desember 2011
Elegi Bagawat Selatan Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Elegi Bagawat Selatan Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah
“Dan ingatlah ketika Allah berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menciptakan khalifah dimuka bumi.”
Kita (Manusia) sebagai satu-satunya yang makhluk yang menyanggupi menerima amanah, diciptakan sebagai Khalifah/Peniru dimuka bumi. Yang bertugas mewujudkan/meniru sifat-sifat Allah dimuka bumi ini, baik kepada diri dan juga kepada makhluk lain dan alam diluar pribadi kita. Hendaknya dalam memimpin, kita mewujudkan/mengedepankan sifat-sifat Jamaliyyah Allah, misalnya menyayangi dan mengasihi mahkluk ciptaan-Nya. Dan ketika terjadi penyimpangan dalam kehidupan yang kita pimpin, maka hendaklah kita mewujudkan sifat-sifat Jalaliyyah Allah, misalnya menghukum atau memerangi kejahatan. Namun haruslah dalam batas-batas yang telah ditentukan Allah.
Meniru siat-sifat-Nya tidak menjadikan manusia sama dengan-Nya dan bukan menjadi alasan bagi manusia untuk menganggap dirinya adalah Dia. Kebersamaan kita dengan-Nya adalah perwujudan-pengejawantahan sifat-sifat-Nya pada diri kita sebagai peniru-Nya.
Maaf Pak, Mohon pencerahan, bagaimana meniru sifat Al-Mutakabbir (yang maha Menyombongkan diri), atau tidak semua sifat bisa kita tiru, karena bersikap sombong menyebabkan kita tidak bisa masuk Surga.
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Elegi Bagawat Selatan Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah
“Dan ingatlah ketika Allah berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menciptakan khalifah dimuka bumi.”
Kita (Manusia) sebagai satu-satunya yang makhluk yang menyanggupi menerima amanah, diciptakan sebagai Khalifah/Peniru dimuka bumi. Yang bertugas mewujudkan/meniru sifat-sifat Allah dimuka bumi ini, baik kepada diri dan juga kepada makhluk lain dan alam diluar pribadi kita. Hendaknya dalam memimpin, kita mewujudkan/mengedepankan sifat-sifat Jamaliyyah Allah, misalnya menyayangi dan mengasihi mahkluk ciptaan-Nya. Dan ketika terjadi penyimpangan dalam kehidupan yang kita pimpin, maka hendaklah kita mewujudkan sifat-sifat Jalaliyyah Allah, misalnya menghukum atau memerangi kejahatan. Namun haruslah dalam batas-batas yang telah ditentukan Allah.
Meniru siat-sifat-Nya tidak menjadikan manusia sama dengan-Nya dan bukan menjadi alasan bagi manusia untuk menganggap dirinya adalah Dia. Kebersamaan kita dengan-Nya adalah perwujudan-pengejawantahan sifat-sifat-Nya pada diri kita sebagai peniru-Nya.
Maaf Pak, Mohon pencerahan, bagaimana meniru sifat Al-Mutakabbir (yang maha Menyombongkan diri), atau tidak semua sifat bisa kita tiru, karena bersikap sombong menyebabkan kita tidak bisa masuk Surga.
Elegi Ritual Ikhlas IV: Menemukan Ruh
Elegi Ritual Ikhlas IV: Menemukan Ruh
Memandang wajah Rasulallah adalah salah satu kenikmatan, ibarat kita melihat pemandangan laut, gunung, hutan, atau memandang fenomena alam yang tidak lazim, yang menggambarkan kekuasaan Allah. Tentu memandang wajah beliau memberikan kenikmatan tersendiri dan berbeda. Memandag wajah pengantar Rahmatallill’aalmiin yang akan membuat jatuh hati siapapun yang memandangnya, dan membuat penasaran bagi yang belum pernah memandangnya. Membencinya adalah pendustaan terhadap perkataan hati, mengingkarinya adalah pendustaan terhadap kebenaran hakiki yang dibawanya. Menyakitinya adalah menyakiti Penciptanya dan Ciptaan-Nya.
Mengikutinya adalah pililhan terbaik menuju keselamatan, yang pengikutnya takkan tersesat dimanapun dan kapanpun. Mengamalkan apa yang telah disunnahkan adalah cara terbaik mengatakan “Aku mencintaimu Yaa Rasulallah, Mencintainya adalah jalan menuju kepada cinta kepada sang Pencipta. Dan barang siapa dicintai Allah, maka itu sudah cukup mengatarkan kita kepada keselamatan sejati.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mencintai Rasul-Mu, dengan cinta itu kami mengikuti perintah-Mu didalam sunnahnya. Bukan cinta yang berlebihan, yang menyebabkan kami memandang dia serupa dengan-Mu dan membuat kami tidak dapat memandang keindahan wajah-Mu ketika kami bertemu dengan Mu nanti.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mengakui kesucian-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, membesarkan kebesaran-Mu. Bukan cinta yang berlebihan yang menyebabkan kami lupa kepada-Mu.
Memandang wajah Rasulallah adalah salah satu kenikmatan, ibarat kita melihat pemandangan laut, gunung, hutan, atau memandang fenomena alam yang tidak lazim, yang menggambarkan kekuasaan Allah. Tentu memandang wajah beliau memberikan kenikmatan tersendiri dan berbeda. Memandag wajah pengantar Rahmatallill’aalmiin yang akan membuat jatuh hati siapapun yang memandangnya, dan membuat penasaran bagi yang belum pernah memandangnya. Membencinya adalah pendustaan terhadap perkataan hati, mengingkarinya adalah pendustaan terhadap kebenaran hakiki yang dibawanya. Menyakitinya adalah menyakiti Penciptanya dan Ciptaan-Nya.
Mengikutinya adalah pililhan terbaik menuju keselamatan, yang pengikutnya takkan tersesat dimanapun dan kapanpun. Mengamalkan apa yang telah disunnahkan adalah cara terbaik mengatakan “Aku mencintaimu Yaa Rasulallah, Mencintainya adalah jalan menuju kepada cinta kepada sang Pencipta. Dan barang siapa dicintai Allah, maka itu sudah cukup mengatarkan kita kepada keselamatan sejati.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mencintai Rasul-Mu, dengan cinta itu kami mengikuti perintah-Mu didalam sunnahnya. Bukan cinta yang berlebihan, yang menyebabkan kami memandang dia serupa dengan-Mu dan membuat kami tidak dapat memandang keindahan wajah-Mu ketika kami bertemu dengan Mu nanti.
Yaa Allah. berikan kami rasa cinta, yang dengan cinta itu kami mengakui kesucian-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, membesarkan kebesaran-Mu. Bukan cinta yang berlebihan yang menyebabkan kami lupa kepada-Mu.
Forum Tanya Jawab 14: Filsafat Pendidikan Matematika
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 14: Filsafat Pendidikan Matematika
Objek material adalah objek yang dijadikan sasaran menyelidiki suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, misalnya apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah, dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia. Dalam filsafat pendidikan matematika yang menjadi objek material adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.
Contoh objek material dalam ilmu matematika yaitu tentang bilangan, sedangkan objek formal yaitu penggunaan dari lambang bilangan untuk penghitungan dan pengukuran. Jika filsafat menjadi bilangan sebagai obyek sasaran penyelidikan maka bilangan sebagai obyek material. Sebagai objek formal filsafat, bilangan dikaji hakikat atau esensinya. Pengkajian filsafat tentang bilangan misalnya mengenai apa hakikat dari bilangan itu, bagaimana merealisasikan konsep bilangan yang abstrak menjadi riil atau nyata, bagaimana penggunaan bilangan untuk penghitungan dan atau pengukuran. (http://pirdauslpmp.wordpress.com/2011/04/20/makna-dan-objek-filsafat-ilmu/)
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 14: Filsafat Pendidikan Matematika
Objek material adalah objek yang dijadikan sasaran menyelidiki suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, misalnya apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah, dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia. Dalam filsafat pendidikan matematika yang menjadi objek material adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.
Contoh objek material dalam ilmu matematika yaitu tentang bilangan, sedangkan objek formal yaitu penggunaan dari lambang bilangan untuk penghitungan dan pengukuran. Jika filsafat menjadi bilangan sebagai obyek sasaran penyelidikan maka bilangan sebagai obyek material. Sebagai objek formal filsafat, bilangan dikaji hakikat atau esensinya. Pengkajian filsafat tentang bilangan misalnya mengenai apa hakikat dari bilangan itu, bagaimana merealisasikan konsep bilangan yang abstrak menjadi riil atau nyata, bagaimana penggunaan bilangan untuk penghitungan dan atau pengukuran. (http://pirdauslpmp.wordpress.com/2011/04/20/makna-dan-objek-filsafat-ilmu/)
Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat
Semua manusia memiliki pengalaman imajinernya masing-masing. Perjalanan filsafat imajiner merupakan perjalanan untuk dapat mengubah pola pikir atau olah pikir dalam koridor spiritual, etik, dan estetika yang semuanya bersumber dari pikiran. Perjalanan ini memiliki tujuan untuk dapat memikirkan sesuatu dengan secara intensif dan ekstentif, untuk siap menerjemahkan dan diterjemahkan oleh lingkungan, serta untuk dapat merefleksikan diri. Sebuah perjalanan filsafat yang baru saja saya mulai penuh dengan tantangan yang membuat saya berpikir tentang banyak hal baru dan semoga akan terus berproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat
Semua manusia memiliki pengalaman imajinernya masing-masing. Perjalanan filsafat imajiner merupakan perjalanan untuk dapat mengubah pola pikir atau olah pikir dalam koridor spiritual, etik, dan estetika yang semuanya bersumber dari pikiran. Perjalanan ini memiliki tujuan untuk dapat memikirkan sesuatu dengan secara intensif dan ekstentif, untuk siap menerjemahkan dan diterjemahkan oleh lingkungan, serta untuk dapat merefleksikan diri. Sebuah perjalanan filsafat yang baru saja saya mulai penuh dengan tantangan yang membuat saya berpikir tentang banyak hal baru dan semoga akan terus berproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?
Kelas bertema hantu sungguh sangat tidak terpikirkan oleh saya, Terlepas dari kreatifitas yang mereka miliki untuk pribadi saya tetap tidak lazim, apalagi saat mereka ditanya sudah bosan dengan tema-tema yang biasa tentang kebaikan. Kalau ditinjau dari sisi positifnya setting kelas yang akan mengingatkan mereka bahwa semua mahluk hidup pasti mengalami kematian dari kesadaran seperti itu tentunya dengan berpikir mereka pasti mengalami kematian mereka akan melakukan yang terbaik dalam hidup mereka, hal yang lainnya anak-anak biasanya selalu ingin berbeda dari lain untuk mendapatkan perhatian atau terlihat unik dan kreatif. Kalau dari sisi negative akan muncul sebuah pertanyaan apa mereka merasa bahwa kelas mereka seperti sebuah kuburan hingga mereka memilih kematian sebagai tema kelas.
Semoga saja mereka dapat memahami setiap tema yang mereka pilih tidak hanya untuk sebuah keunikan semata tetapi makna dibalik tema tersebut, dan semoga saja pemilihan tema ini bukan menandakan bahwa mereka sudah bosan dengan hidup hingga menginginkan kematian.
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?
Kelas bertema hantu sungguh sangat tidak terpikirkan oleh saya, Terlepas dari kreatifitas yang mereka miliki untuk pribadi saya tetap tidak lazim, apalagi saat mereka ditanya sudah bosan dengan tema-tema yang biasa tentang kebaikan. Kalau ditinjau dari sisi positifnya setting kelas yang akan mengingatkan mereka bahwa semua mahluk hidup pasti mengalami kematian dari kesadaran seperti itu tentunya dengan berpikir mereka pasti mengalami kematian mereka akan melakukan yang terbaik dalam hidup mereka, hal yang lainnya anak-anak biasanya selalu ingin berbeda dari lain untuk mendapatkan perhatian atau terlihat unik dan kreatif. Kalau dari sisi negative akan muncul sebuah pertanyaan apa mereka merasa bahwa kelas mereka seperti sebuah kuburan hingga mereka memilih kematian sebagai tema kelas.
Semoga saja mereka dapat memahami setiap tema yang mereka pilih tidak hanya untuk sebuah keunikan semata tetapi makna dibalik tema tersebut, dan semoga saja pemilihan tema ini bukan menandakan bahwa mereka sudah bosan dengan hidup hingga menginginkan kematian.
"Elegi Menggapai "Constructivism as the Epistemological Foundation of Mathematics"
Konstruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif yang dibangun dari pengalaman-pengalaman yang pernah dialami, pembelajaran ini mengharapkan siswa memiliki modal awal dalam pembelajaran matematika maksudnya materi prasyarat setidaknya pernah diberikan. Yang paling penting dari pembelajaran seperti ini adalah menguatkan kemampuan yang ada diri setiap siswa.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
pengertian ini diambil dari buku pak Munif Chatib dari bukunya yang berjudul "Gurunya Manusia" tentang istilah dalam pembelajaran,...
-
PENERAPAN NILAI DAN PERAN GURU PENGERAK Menjadi Guru Yang Mandiri dan Reflektif Dari PPGP pada modul peran dan nilai guru penggerak, kami ...