ERNI GUSTIEN VIRGIANTI (11709251046)
Mempertemukan logika dan pengalaman untuk membangun filsafat
Filsafat adalah study tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dengan konsep yang mendasar, membangun filsafat tidaklah dengan eksperimen tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argument dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, akhir dari proses-proses itu dimasukan kedalam sebuah proses dialektika. Untuk studi filsafat maka yang mutlak diperlukan adalah logika berpikir dan logika bahasa.Logika merupakan hasil pertimbangan akal dan diutarakan lewat kata dan dinyatakan lewat bahasa, sebagai ilmu logika juga dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur, ilmu yang dimaksudkan disini adalah mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan kedalam tindakan.
Menurut Kant bentuk-bentuk logika haruslah mencerminkan realitas objektik atau ia akan menjadi tidak bermakna sama sekali, masih menurut kant untuk mencapai tahap rasional haruslah melewati tiga tahap yaitu: tahap inderawi, tahap akal budi kemudian rasioana. Pada tahap inderawi disini peranan subjek lebih menonjol, tapi harus ada bentuk rasio murni yaitu ruang dan waktu yang dapat diterapkan pada pengalaman. Hasil pencerapan indrawi inderawi yang dikaitkan dengan bentuk ruang dan waktu ini merupakan fenomena konkret. Namun pengetahuan yang diperoleh dalam bidang inderawi ini selalu berubah-ubah tergantung pada subjek yang mengalami, dan situasi yang melingkupinya. Tahap akal budi apa yang telah diperoleh melalui bidang inderawi tersebut untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat objektif-universal haruslah dituangkan ke dalam bidang akal. Tahap Rasional ; pengetahuan yang telah diperoleh dalam bidang akal itu baru dapat dikatakan sebagai putusan Sintetik-Apriori, setelah dikaitkan dengan tiga macam ide, yaitu Allah (ide teologis) Jiwa (ide psikologis) dan dunia (ide kosmologis). Namun ketiga macam ide itu sendiri tidak mungkin dapat dicapai oleh akal pikiran manusia. Ketiga ide ini hanya merupakan petunjuk untuk menciptakan kesatuan pengetahuan.
Untuk membangun filsafat maka kita harus memulai dengan sopan terhadap ruang dan waktu dengan menyadari ruang dan waktu maka kita akan menyadari adanya sesuatu hal yang kita peroleh dari pengalaman kita jika itu merupakan masalah, maka selanjutnya mencoba menemukan solusi dengan memikirkan secara intensif dan ektensif didasari oleh pengalaman dan disesuaikan dengan logika. Dengan semakin mengasah kemampuan berfikir logis kita tidak akan mudah ditipu oleh kebenaran yang nampak. Sayangnya tidak semua pengalaman yang mampu dipikirkan secara logis ada kalahnya kejadian atau pengalaman diluar yang bisa manusia pikirkan dan jika itu terjadi maka kembalikan kepada keyakinan pada hati kita.
November 14, 2011 6:46 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
pengertian ini diambil dari buku pak Munif Chatib dari bukunya yang berjudul "Gurunya Manusia" tentang istilah dalam pembelajaran,...
-
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN OLEH ERNI GUSTIEN VIRGIANTI CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN SUMBAWA “Mengajarkan anak menghit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar