Jumat, 16 Desember 2011

Constructing Mathematics Activity at Group-Discussion of The 6th Grade Students Of Primary Schools

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY 2011 PMAT  A(11709251046)


Penelitian yang dilakukan oleh guru dengan metode ptk (penelitian tindakan kelas) memberikan kesempatan pada guru untuk membaiki kualitas mengajar yang nantinya akan berimplikasi pada peningkatan prestasi belajar. Dari penelitian ini terlihat setiap siklus memperlihatkan perubahan terhadap pembelajaran siswa begitu juga disiklus berikutnya kontruksi yang dilakukan oleh siswa terhadap matematika berkembang dengan baik. Hal ini memperlihatkan pada saya bahwa dalam satu penelitian saja bisa membuat perubahan pada siswa saat proses belajar, akan sangat bermamfaat sekali jika guru bisa terus melakukan perbaikan dengan penelitian karena dengan penelitian seperti ini mendorong guru untuk menerapkan sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran.


The Role of Lesson Study to Improve Teaching Learning of Mathematics and Science

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI

PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)

The Role of Lesson Study to Improve Teaching Learning of Mathematics and Science

Kegiatan lesson studi yang saya rasakan banyak memberikan manfaat bagi guru yang mengajar, pengamat dan siswa. Bagi guru yang diamati lesson studi bisa merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menerima kritikan dan saran dari teman guru yang lain untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya. Untuk guru yang mengamati pembelajaran bisa mengambil hikmah dari pembelajaran yang diamati meskipun bukan mengamati guru yang mengajar tetapi saya rasa bisa melihat proses belajar yang diciptakan guru untuk belajar. Dan bagi siswa sendiri dalam proses lesson study siswa lebih tertib ketika belajar. Jadi dengan lesson studi kita belajar bekerjasama, kita juga diasah untuk lebih peka pada siswa.

Sabtu, 10 Desember 2011

MEMAHAMI HAKEKAT INTERAKSI BELAJAR SISWA DIKELAS UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DIKELAS BERTARAF INTERNASIONAL.

OLEH ERNI GUSTIEN VIRGIANTI

A. PENDAHULUAN
Salah satu latar belakang didirikan sekolah bertaraf internasional disemua jenjang adalah bahwa sebagai bangsa yang besar Indonesia memerlukan pengakuan secara internasional terhadap kualitas proses dan hasil didikannya. Dengan tidak mengabaikan tujuan pendidikan yang tercamtum dalam Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional maka pendidikan yang dilaksanakan harus telah memenuhi 8 standar pendidikan diperkaya dengan standar pendidikan Negara maju, secara umun dituliskan bahwa SBI = RSBI + X, dimana X adalah IKKTnya. Unsur X tidaklah dapat didefinisikan secara pasti karena hal ini tergantung konteks sekolah dan dimensi pencapaiannya. Namun dari bermacam-macam indikator tambahan yang mungkin.

Munculnya Sekolah Bertaraf International (SBI) di Indonesia dianggap sebagai langkah maju tumbuhnya perkembangan pendidikan setara luar negeri atau Internasional. Pengembangan SBI sendiri didasarkan pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat 3 yang secara garis besar ketentuan ini berisi bahwa pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan bertaraf internasional. Visi SBi sendiri yakni mewujudkan insan Indonesia cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Y.M.E, berakhlak mulia, berjati diri Indonesia, dan kompetitif secara global. Akan sangat mengecewakan ketika kualitas lulusan SBI sama saja dengan sekolah lainnya setidaknya harus memeliki kompetensi lulusan yang lebih baik, bahkan dalam proses belajar pun harus lebih baik dari sekolah yang lain yang tidak menyandang gelas SBI.

B. PEMBAHASAN
Untuk sekolah yang bertaraf internasional interaksi belajar siswa sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran dikelas. Kehidupan kelas sama dengan kehidupan sosial atau dapat juga dikatakan bahwa Kehidupan kelas sebagai kehidupan sosial yang dapat dipandang sebagai kehidupan menurut sistem sosial, dikelas terjadi interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Interaksi ini merupakan kegiatan yang membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan. Sepanjang hari-hari sekolah terjadi percakapan antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa. Dalam interaksi itu terjadi komunikasi. Dalam proses belajar mengajar terjadi penyampaian informasi.interaksi antar-slswa dan interaksi antara guru dan siswa secara pribadi. Interaksi ini dapat menimbulkan suasana kelas yang posistif dapat pula menimbulkan suasana kelas yang negatif

Interaksi belajar dikelas sangat dipengaruhi oleh gaya mengajar guru. Gaya mengajar guru dibedakan dalam 3 yaitu diktator, demokrasi dan liberal. Gaya interaksi diktator akan menimbulkan siswa menjadi takut dan segala sesuatu berjalan dengan komando atau perintah dari guru. Suasana kelas menjadi kaku, dan mati. Suasana kelas tenang karena siswa dicekam rasa takut. Tujuan yang akan dicapai hanya diketahui oleh guru saja. Jika guru tidak ada di kelas suasana menjadi gaduh. Gaya guru yang liberal menimbulkan suasana kelas kacau, guru kurang wibawa, anak akan bertindak liar, dapat terjadi suasana yang sukar dikendalikan. Gaya guru yang demokratis dalam interaksi akan menimbulkan suasana yang diliputi oleh hubungan siswa dengan siswa secara tolong-menolong, tenggang rasa, guru dan siswa bekerja sesuai dengan peran masing-masing dalam interaksi belajar mengajar. Suasana kelas menjadi hangat dan menyenangkan, sehingga baik guru maupun siswa tahan tinggal di sekolah. Inisiatif tidak selalu timbul dan guru, tetapi kadang-kadang juga timbul dari siswa. Tujuan yang akan dicapai sama-sama diketahui siswa dan guru.

Interaksi social diantara para siswa dan guru akan memberikan kegiatan kritisasi dan pembetulan konsep-konsep sehingga siswa akan memperoleh perbaikan konsep yang akan membentuk pengetahuan subyektif menjadi sama dengan pengetahuan obyektifnya (Marsigit,2009).

Berikut adalah beberapa pendapat dari aliran progresivisme dan kontruktivisme social tentang interaksi siswa dikelas:

1. ALIRAN PROGRESIVISME
Dewey dalam Wahyudin (2008) mengajarkan bahwa manusia adalah hewan-hewan social yang belajar dengan baik melalui interaksi dengan manusia lain dan bahwa belajar kita meningkat saat kita terlibat dalam aktifitas-aktifitas yang bermakna bagi kita. Progresivis mendorong siswa untuk berinteraksi dengan siswa yang lainnya dan mengembangkan nilai-nilai luhur social seperti kooperasi dan toleransi untuk cara pandang yang berbeda. Gerakan progressive menentang formalitas dan sekolah tradisional, peran guru suatu kelas dapat mengembangkan interaksi siswa dalam belajar dengan memberikan kesempatan pada anak untuk bekerja secara kelompok. Pembelajaran berpusat pada siswa (student centre), namun pernyataan ini tidak berarti bahwa semua keinginan anak terpenuhi. Siswa dapat berbuat untuk menentukan proses belajar tetapi penentu terakhirnya tetaplah guru. Interaksi guru dengan siswa terjalin untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah, menemukan sumber belajar. Interaksi yang terjadi dalam progresivisme tidak hanya guru pada siswa tetapi juga siswa pada guru dan siswa pada siswa (Gene E.Hall, Linda F Quinn, Donna M. Golnick,2008)

2. ALIRAN KONTRUKTIVISME SOSIAL
Kontruktivisme social bersifat social dan dikembangkan oleh Leg Vigotsky, kontruktivisme social (sosio kontructivis) menekankan pada interaksi interpersonal membantu mengembangkan pengetahuan individu bersama dengan rekan sebaya atau orang dewasa yang lebih berketerampilan. Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahamaan mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid Ada pergeseran konseptual dari individual ke kolaborasi, interaksi sosial dan aktivitas sosiokultural. Murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Pendekatan konstruktivis akan membuat siswa mudah memahami suatu konsep apabila dalam proses belajar menekankan pada murid agar dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain.

C. PENUTUP

Interaksi belajar siswa dikelas hakekatnya adalah untuk untuk mengkomunikasikan pengetahuan yang baru mereka miliki dan dengan mengkomunikasikan siswa dapat memperoleh perbaikan, masukan, dari siswa yang lain maupun dari guru, lebih dari itu interaksi belajar yang multi arah ( siswa dengan siswa dan guru dengan siswa) tidak hanya dapat mengembangkan pengetahuan siswa akan materi yang diajarkan tetapi mengembangkan interaksi social anak yang dapat membangun karakter anak.

Adanya interaksi belajar siswa yang multi arah guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan guru menunjukkan hidupnya pembelajaran dikelas, dan siswa benar-benar belajar materi yang diberikan sekaligus belajar untuk saling menghargai.

Sebagai bahan renungan saya mengutip pertanyaan Adam dan Hamm: apa gunanya pemikiran kritis, pertimbangan dan keahlian pemecahan masalah jika siswa anda tidak dapat menerapkan dalam interaksi dengan orang lain?

Daftar pustaka
http://powermathematics.blogspot.com/2011/12/sekolah-bertaraf-internasional
http://www.kabarindonesia.com/berita.php, Nanok Triono, Sekolah Bertaraf Internasional untuk apa dan siapa?
http://pakguruonline.pendidikan.net
http://pakmargolang.com/article/28062/ Pendekatan kontruktivis Sosial Menyenangkan dan tanpa tekanan dalam pembelajaran
Iman Sad Muis, M.Ag (2004) Pendidikan Partisipatif. Safiria Insania Pers:Yogyakarta
Marsigit, 2009. pembudayaan matematika sekolah untuk mencapai keunggulan bangsa (makalah yang disampaikan dalam seminar nasional, 6 desember 2009)
Paul Suparno,DR (1997) Filsafat kontruktivisme dalam pendidikan Kanisius:Jakarta
Hall E. Gene, Quinn F Linda, Donna M. Golnick (2008). Mengajar dengan Senang, PT Indeks:Jakarta
Wahyudin,2008. Pembelajaran dan Model-Model Pembelajaran
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Rabu, 07 Desember 2011

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
PPS UNY PMAT A (11709251046)
Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

Menjadi Guru adalah sebuah pilihan yang mulia, tetapi penuh dengan tantangan. Banyak aspek yang harus diperhatikan ketika kita membuat perencanaan dikelas seperti kemampuan siswa, alat yang digunakan, bahan ajar dan factor lingkungan lainnya. Memang tidak semua hal dapat terkontrol dengan baik dan tidaklah mudah untuk merencanakan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan siswa yang ada dikelas. Tetapi saya rasa setiap guru pasti memiliki tujuan yang baik tetapi keterbatasannyalah yang menjadikannya terkadang mengabaikan hal-hal yang seharusnya dilakukan.
Terima kasih telah mengingatkan pak, semoga kelak saya menjadi seorang guru yang lebih memperhatikan hak-hak muridnya bukan seorang guru yang selalu minta dituruti keinginannya tanpa memperhatikan keinginan siswanya.

Senin, 05 Desember 2011

Mempertemukan logika dan pengalaman untuk membangun filsafat

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI (11709251046)
Mempertemukan logika dan pengalaman untuk membangun filsafat

Filsafat adalah study tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dengan konsep yang mendasar, membangun filsafat tidaklah dengan eksperimen tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argument dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, akhir dari proses-proses itu dimasukan kedalam sebuah proses dialektika. Untuk studi filsafat maka yang mutlak diperlukan adalah logika berpikir dan logika bahasa.Logika merupakan hasil pertimbangan akal dan diutarakan lewat kata dan dinyatakan lewat bahasa, sebagai ilmu logika juga dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur, ilmu yang dimaksudkan disini adalah mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan kedalam tindakan.
Menurut Kant bentuk-bentuk logika haruslah mencerminkan realitas objektik atau ia akan menjadi tidak bermakna sama sekali, masih menurut kant untuk mencapai tahap rasional haruslah melewati tiga tahap yaitu: tahap inderawi, tahap akal budi kemudian rasioana. Pada tahap inderawi disini peranan subjek lebih menonjol, tapi harus ada bentuk rasio murni yaitu ruang dan waktu yang dapat diterapkan pada pengalaman. Hasil pencerapan indrawi inderawi yang dikaitkan dengan bentuk ruang dan waktu ini merupakan fenomena konkret. Namun pengetahuan yang diperoleh dalam bidang inderawi ini selalu berubah-ubah tergantung pada subjek yang mengalami, dan situasi yang melingkupinya. Tahap akal budi apa yang telah diperoleh melalui bidang inderawi tersebut untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat objektif-universal haruslah dituangkan ke dalam bidang akal. Tahap Rasional ; pengetahuan yang telah diperoleh dalam bidang akal itu baru dapat dikatakan sebagai putusan Sintetik-Apriori, setelah dikaitkan dengan tiga macam ide, yaitu Allah (ide teologis) Jiwa (ide psikologis) dan dunia (ide kosmologis). Namun ketiga macam ide itu sendiri tidak mungkin dapat dicapai oleh akal pikiran manusia. Ketiga ide ini hanya merupakan petunjuk untuk menciptakan kesatuan pengetahuan.
Untuk membangun filsafat maka kita harus memulai dengan sopan terhadap ruang dan waktu dengan menyadari ruang dan waktu maka kita akan menyadari adanya sesuatu hal yang kita peroleh dari pengalaman kita jika itu merupakan masalah, maka selanjutnya mencoba menemukan solusi dengan memikirkan secara intensif dan ektensif didasari oleh pengalaman dan disesuaikan dengan logika. Dengan semakin mengasah kemampuan berfikir logis kita tidak akan mudah ditipu oleh kebenaran yang nampak. Sayangnya tidak semua pengalaman yang mampu dipikirkan secara logis ada kalahnya kejadian atau pengalaman diluar yang bisa manusia pikirkan dan jika itu terjadi maka kembalikan kepada keyakinan pada hati kita.
November 14, 2011 6:46 PM

FILSAFAT LINTAS KEHIDUPAN

FILSAFAT LINTAS KEHIDUPAN

Filsafat adalah suatu ilmu yang mengkaji semua yang ada dan yang mungkin ada atau bisa juga dikatakan pengetahuan yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan manusia secara kritis, filsafat dapat diletakkan didepan ilmu apapun misalkan filsafat kehidupan, filsafat matematika, dan lainnya bahkan filsafat dapat diletakkan didepan ilmu filsafat itu sendiri. Dengan kata lain segala aktifitas manusia dapat dipertanyakan dan dicari kedalaman dengan filsafat karena Filsafat merupakan pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas). Filsafat merupakan refleksi rasional (fikir) atas keseluruhan realitas untuk mencapai hakikat (= kebenaran) dan memperoleh hikmat (= kebijaksanaan) .
Filsafat merupakan hasil pemikiran manusia tentang sesuatu yang mungkin ada atau mempelajari fenomena manusia, karena yang ditelaah adalah hasil dari pemikiran sehingga terjawab masalah yang satu maka filsafat mulai merambah kepada pertanyaan lainnya, filsafat berkembang setiap waktu sesuai dengan apa yang sedang berkembang dijamannya dan dimana filsafat tersebut dikembangkan sehingga dalam tiap kurun waktu tertentu dan tempat memiliki trend filsafat yang berbeda-beda. Misalnya dalam Negara kita Indonesia menganut filsafat pancasila, sehingga dalam setiap segi kehidupan manusia, tingkah laku manusia Indonesia diharapkan mampu mencerminkan jiwa-jiwa pancasila. Filsafat hidup bangsa berkembang dalam semua fungsi kehidupan sehingga menunggal dengan sosio-psikologis SDM. Artinya, filsafat hidup memberikan identitas bangsa; bahkan sebagai perwujudan jiwa bangsa (Volksgeist), jatidiri nasional. Sebagai fungsi sistem filsafat bangsa, filsafat hidup ini juga menjadi (berfungsi) sebagai asas kerokhanian bangsa sekaligus asas kerokhanian dan atau jiwa UUD negara bangsa.
Pada zaman globalisasi sekarang ini dengan kelancaran komunikasi yang ada maka alat untuk melakukan komunikasi dalam hal ini bahasa sangatlah diperlukan. DiIndonesia sendiri berkembang banyak sekali bahasa daerah untuk mempersatukan maka dibuatlah bahasa Indonesia, untuk pergaulan antar bangsa didunia maka secara umum bahasa Internasional adalah Bahasa Inggris. Menguasai bahasa Internasional sangat penting untuk suatu kemajuan bangsa bahkan untuk lingkup terkecil sekalipun, sehingga tidak salah pada abad ke 20 filsul Filsuf kelahiran Austria, yakni Ludwig Josef Johann Wittgenstein, atau yang lebih akrab dengan nama LUDWIG VON WITTGENSTEIN (1889-1951) dalam bukunya Tractatus Logico Philosophicus mengatakan : "Tugas utama filsafat bukanlah sekedar menghasilkan sesusun pernyataan filsafati, tetapi juga menyatakan sebuah pernyataan sejelas mungkin. Masalah filsafat sebenarnta adalah masalah bahasa". Dengan demikian maka epistemologi dan bahasa merupakan gumulan utama para filsuf dalam tahap ini. Bahasa, termasuk juga matematika, yang secara filsafati bukan cuma merupakan ilmu, melainkan sebagai bahasa non-verbal .
Akhir dari tulisan ini filsafat adalah bagian dari kehidupan manusia, tidak bisa lepas dari kehidupan manusia bahkan orang yang hendak menghindari filsafat pun sesungguhnya sedang berfilsafat.
November 30, 2011 3:03 PM

Sabtu, 03 Desember 2011

Forum Tanya Jawab 44: Orang Paling Seksi Di Dunia

ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
P MAT A PPS UNY (11709251046)
Forum Tanya Jawab 44: Orang Paling Seksi Di Dunia

Orang yang paling seksi didunia relative karena setiap orang memiliki pengertian tersendiri tentang seksi. Tapi kalau menurut saya orang yang seksi adalah orang mampu mengusai ilmunya artinya orang yang menjadi tuan bagi ilmunya sendiri sehingga mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktu. Orang yang menjadi pelayan dari ilmunya akan menjadi orang yang sama sekali tidak seksi bahkan berbahaya karena akan menggunakan ilmunya untuk membuat kehancuran.